Kurasa.
Aku tinggal di sebuah loteng di Philadelphia
Di sana sangat panas pada musim panas dan sebab itu aku bertahan di
bar-bar. Aku sama sekali tak punya uang dan karenanya dengan apa yang nyaris
tersisa aku memasang sebuah iklan kecil di koran dan bilang aku adalah seorang
penulis yang mencari pekerjaan…
yang jelas saja adalah kebohongan; aku adalah seorang penulis
mencari sedikit waktu dan sedikit makanan dan sedikit
sewa loteng.
beberapa hari kemudian ketika aku akhirnya pulang
dari suatu tempat
ibu kos bilang, ada seseorang mencarimu.
dan aku bilang,
pasti ada yang salah. dia bilang,
tidak, dia seorang penulis dan dia bilang dia ingin engkau membantunya menulis
sebuah buku sejarah.
oh, baiklah, kataku, dan aku tahu dengan itu aku dapat sewa
satu pekan lagi–maksudku, bayar nanti–
jadi aku duduk minum anggur yang masih utang dan melihat merpati sedang birahi menderita
dan bersanggama di atas atapku yang panas.
Kunyalakan radio dengan benar-benar keras
menenggak anggur dan bertanya-tanya bagaimana aku bisa membuat buku sejarah
yang menarik tetapi benar.
tetapi bajingan itu tak pernah datang lagi,
dan aku akhirnya harus mendaftar geng jalur rel kereta
menuju Barat
dan mereka memberi kami kaleng-kaleng makanan tetapi tak ada
pembuka
dan kami membuka kaleng dengan bangku dan sisi-sisi
gerbong rel berumur seratus tahun berkarat
makanannya tidak dimasak dan airnya terasa seperti
benang lilin
dan aku melompat menuju serumpun belukar di suatu tempat di
Texas
semuanya hijau dengan rumah-rumah bagus dari
kejauhan
aku menemukan sebuah taman
tidur sepanjang malam
dan mereka menemukanku dan menempatkanku di sebuah sel
dan mereka menanyaiku tentang pembunuhan dan
perampokan.
mereka ingin mendapatkan banyak buku-buku
untuk membuktikan efisiensi mereka
tetapi aku tak selelah itu
dan mereka mengantarku ke kota besar sebelah
limapuluh-tujuh mil jauhnya
yang berbadan besar menyepak pantatku
dan mereka pergi.
tetapi aku beruntung karenanya:
dua pekan kemudian aku duduk di kantor balai kota
setengah tertidur di bawah matahari seperti lalat besar di sikutku
dan sesekali dia membawaku ke pertemuan dewan
dan aku mendengar dengan sangat serius seakan-akan aku tahu apa yang terjadi
seakan aku tahu bagaimana dana setengah pantat kota
dilucuti.
kemudian aku tidur dan bangun dengan tanda-tanda gigi di sekujur
tubuhku, dan aku bilang, Kristus, lihat itu, sayang! engkau mungkin memberiku
kanker! dan aku menulis ulang sejarah Perang Krimea!
dan mereka semua datang ke rumahnya–
semua koboi, semua koboi:
gemuk, kusam dan diliputi debu.
dan kami berjabat tangan.
aku punya sepasang jins biru tua, dan mereka bilang
oh, kau seorang penulis, ya?
dan aku bilang: well, beberapa bilang begitu.
dan beberapa bilang begitu…
yang lain, tentu saja, belum sepenuhnya sadar.
dua pekan kemudian mereka
mengusirku keluar
dari kota.
the difference
between a bad poet and a good one is luck (Burning in Water, Drowning in Flame:
Selected Poems 1955-1973)
Charles Bukowski (1920-1994)