Wednesday, April 29, 2026

Amerika

Amerika aku sudah memberimu semuanya dan kini aku bukan apa-apa.
Amerika dua dollar duapuluh tujuh sen 17
               Januari 1956.
Aku tak tahan dengan pikiranku sendiri.
Amerika kapankah kita akan menghentikan perang manusia?
Pergi sana persetan dengan bom atommu.Perasaanku sedang tidak enak jangan ganggu aku.
Aku tidak akan menulis puisiku sampai aku dengan pikiran yang tepat.
Amerika kapankah engkau menjadi seperti malaikat?
Kapan engkau akan membuka pakaianmu?
Kapan engkau akan melihat dirimu sendiri melalui kuburan?
Kapan engkau menjadi setara satu juta penganut Trotsky?
Amerika mengapa perpustakaanmu penuh air mata?
Amerika kapan engkau akan mengirim telur-telurmu ke India?
Aku muak dengan permintaan-permintaan sintingmu.
Kapan aku bisa pergi ke pasar swalayan dan
membeli apa yang aku butuhkan dengan
                 penampilanku yang bagus?
Amerika setelah semuanya adalah engkau dan aku
                 yang sempurna bukan dunia di sebelah.
Mesin-mesinmu terlalu banyak bagiku.
Engkau membuatku ingin menjadi seorang santo.
Harus ada beberapa cara lain untuk meredakan adu pendapat ini.
Burroughs ada di Tangier aku tidak berpikir dia
                akan kembali itu sinis.
Apakah engkau menjadi sinis atau ini adalah
               beberapa bentuk lelucon praktis?
Aku berusaha untuk sampai ke maksud.
Aku menolak menyerah dengan obsesiku.
Amerika berhentilah mendesak aku tahu apa yang kulakukan.
Amerika pohon plum yang sedang mekar jatuh.
Aku belum membaca koran berbulan-bulan
               setiap hari seseorang diadili karena
               pembunuhan.
Amerika aku merasa sentimentil dengan Wobbies.
Amerika aku pernah menjadi seorang komunis ketika masih anak-anak
               aku tak menyesal.
Aku menghisap mariyuana setiap ada kesempatan.
Aku duduk di rumahku berhari-hari di pojok dan menatap mawar-mawar
               di lemari.
Lalu aku pergi ke Pecinan aku mabuk dan tidak pernah bersanggama.
Pikiranku sudah bulat bakal ada masalah.
Engkau seharusnya melihat aku membaca Marx.
Psikoanalisku berpikir aku sepenuhnya benar.
Aku tak akan Berdoa Pada Tuhan.
Aku memiliki getaran mistis visi dan kosmis.
Amerika aku masih belum memberitahumu apa
               yang engkau lakukan kepada Paman Max
               setelah dia datang ke sini dari Rusia.

Aku menyebutmu.
Apakah engkau akan membiarkan kehidupan
emosionalmu dijalankan oleh
               Majalah Time?
Aku terobsesi dengan Majalah Time.
Aku membacanya setiap pekan.
Sampulnya menatapku setiapkali aku merayap melewati sudut
                toko permen.
Aku membacanya di ruang bawah tanah Perpustakaan Umum Berkeley.
Ia selalu memberitahuku soal tanggungjawab.
                Para pebisnis serius. Para produser film
                serius. Semuanya serius kecuali aku.
Itu terjadi padaku karena aku seorang Amerika.
Aku bicara tentang diriku lagi.

Asia bangkit melawanku.
Aku belum mendapatkan peluang orang cina.
Aku lebih baik mempertimbangkan sumber daya nasionalku.
Sumber daya nasionalku terdiri dari dua linting
                mariyuana jutaan kelamin yang tak
                dipublikasikan sastra pribadi sejauh
                 1400 mil satu jam dan dua puluh lima
                 ribu institusi mental.
Aku tak bilang apapun tentang penjaraku tidak
                 pula tentang jutaan yang tak beruntung
                 yang hidup di dalam pot bungaku di
                 bawah cahaya lima ratus matahari.
Aku sudah melenyapkan rumah bordil di Prancis,
                 di Tangier selanjutnya.
Ambisiku adalah menjadi Presiden meski
                 faktanya aku adalah seorang Katolik.

Amerika bagaimana aku bisa menulis sebuah
                 litani suci dalam mood-mu yang konyol?
Aku akan terus seperti Henry Ford bait-baitku
                 individual lebih seperti otomobilnya
                 jadi mereka semua berbeda jenis
                 kelamin.
Amerika aku akan menjual padamu bait-bait
                 $25000 satu $500 lebih murah dari
                 baitmu yang lama.
Amerika bebaskan Tom Mooney.
Amerika selamatkan Loyalis Spanyol.
Amerika Sacco & Vanzetti tidak harus mati.
Amerika aku adalah bocah Scottsboro.
Amerika ketika aku tujuh tahun mama
                 membawaku ke pertemuan Sel Komunis
                 mereka menjual pada kami segenggam
                 kacang arab per tiket satu tiket seharga
                 satu nikel dan pidato bebas semua orang
                 seperti malaikat dan sentimentil tentang
                 para pekerja juga semuanya tulus
                 engkau tak tahu apa yang bagus di pesta
                 pada 1835 Scott Nearing adalah seorang
                 lelaki tua orang yang benar-benar baik
                 Bunda Bloor membuatku menangis aku
                 pernah sekali bertemu Israel Amter yang
                 polos. Semua orang mestilah mata-mata.
Amerika engkau tidak benar-benar ingin pergi ke perang.
Amerika mereka itu orang-orang Rusia yang buruk.
Orang Rusia orang Rusia dan orang China.
                 Dan orang Rusia.
Rusia ingin memakan kita hidup-hidup. Kekuatan
                 Rusia gila. Dia ingin mengambil mobil-
                 mobil kita dari garasi-garasi kita.
Dia ingin merebut Chicago. Mereka butuh
                  Reader’s Digest Merah. Dia ingin
                  tanaman otomatis kita di Siberia.
                  Birokrasi besarnya menjalankan pom
                  bensin-pom bensin kita.
Itu tidak bagus. Ugh. Dia membuat orang India
                  belajar membaca.
                  Dia butuh para negro besar. Hah. Dia
                  membuat kita semua bekerja enam jam
                  sehari. Tolong.
Amerika ini cukup serius.
Amerika ini adalah kesan yang aku dapatkan dari
                 melihat televisi.
Amerika apakah ini benar?
Aku lebih baik langsung bekerja saja.
Benar bahwa aku tak ingin bergabung dengan
                 Tentara atau memasang mesin bubut ke
                 bagian-bagian presisi di pabrik,
                 ngomong-ngomong aku rabun dekat dan
                 psikopat.
Amerika aku memasang bahu queer-ku ke roda.

Berkeley, 17 Januari 1956

America (Howl & Other Poems-1956)
Allen Ginsberg (1926-1997)

Wednesday, April 22, 2026

Darah Pertama

Darah pertama tergambar           Aku menggambar:–
menjepit terlalu rapat, ranjang rapuh

kuku jari bayi membuka sebuah lagu merah
yang baru dalam tenggorokanku. Ketika kukatakan padamu

Aku meratapi kehilangan kecil   dan ketakutan
mekar di dalam sini, maksudku

untuk bilang aku menemukan sebuah jendela
tiba-tiba untuk penantianku,

untuk mengupas doa–:     mungkin apa yang
patah bangkit dan meraih lagi.

First Blood (Night Angler-2019)
Geffrey Davis (1983 - )  

Tuesday, April 14, 2026

Apocalypso

Aku tak juga bisa menyelesaikan artikel
tentang rentang perhatian yang singkat,
agen federal bersenjata di Wendy’s,
Saturnus perlahan kehilangan cincinnya.
Ternyata kapal barang yang tenggelam itu
dipenuhi dengan bebek-bebek karet,
dan kini pantai jadi kotor dengan anak-anak,
kamera-kamera mungil di mesin tunai,
sebuah alarm mobil memicu alarm mobil
memicu alarm mobil, hari-ri-ri O.
Sejauh Arktik mencair,
hal baiknya adalah kita sudah 70% air,
sisanya kombinasi-kombinasi lama nomor gembok
dan kenangan tentang sebuah layang-layang
tersangkut di sebuah pohon.
Kita mungkin berharap terlalu banyak
dari orang-orang yang dikumpulkan bersama
oleh sesuatu yang ditandatangani selembar bulu.
Calypso menahan Odysseus sebagai tahanan
di pulaunya bertahun-tahun,
jadi jangan terkejut melihat
penutup wajah ski mereka berkeringat.
Lihat aku melalui kamera bel pintumu,
cahayanya indah
dan sebuah partikel
dan sebuah gelombang.

Apocalypso (The New Yorker–April 13th 2026)
Dobby Gibson (1970 - )

Thursday, March 19, 2026

Puisi Panjang Tentang Kesepian

Ia bersandar pada jam yang larut ini
membuka pintu usianya yang berderak
temperaturnya jatuh
menyebabkan salju di matanya.

Ia berdiri
untuk duduk di tepi jendela
sadar bahwa ia telah duduk
di tepi jendela selama berjam-jam.

Seekor burung
mematuk sudut langit yang berkarat
Tidakkah ia ingin mati dengan lebih indah?
Tidakkah seseorang selalu ingin jatuh ke tanah demi mati?
Tidakkah bumi
mengisi mulut yang mati
untuk menghentikan mereka dan menggambarkan apa yang sudah mereka lihat?
Sudahkah dia membiarkan cambangnya tumbuh
untuk menyingkap semua pertanyaan
dalam lipatan-lipatan wajahnya?

Apakah mungkin untuk bangkit
mematuki sedikit hidupnya dengan paruhnya
dan menaruhnya di mulut anak-anaknya?

Ia membuka jendela
jeruk-heruk kehidupan adalah jeruk darah
ia tidak mengerti alasan tentang bulan
ia tidak mengerti alasan tentang langit yang kosong-melompong.

Ia matikan lampu
berbaring di atas ranjang ia membuang dirinya
bertahun-tahun lalu
ia berbaring di atas kejauhan
dan ketika telepon berdering,
ia harus bangkit ke sebuah jalan sepanjang kehidupan seorang manusia.

Di sisi lain garis
terbaring tulang kerangka saudara lelakinya yang terpotong-potong
yang meledak ketika memegang telepon dengan tangannya
sebuah tulang kerangka yang kini mengumpulkan kalimat-kalimat terakhirnya
dari tanah.

Di sisi lain garis
seorang wanita
menghubungi dua puluh tujuh tahun lalu
hanya untuk bilang,
“Nak, gas oven menyala
aku mati
dan saudarimu kini
bersedih tumbuh semakin tinggi setiap hari…
Jagalah kesedihanmu
kerjakan pekerjaanrumah mereka
bicaralah pada mereka.”

Di sisi lain hubungan telepon
adalah aku
yang ingin mengangkutnya keluar dari puisi ini
yang ingin menyelamatkannya dari kata-kata ini.

Tetapi seseorang sibuk
mengawasi kabel-kabel telepon
seseorang sibuk
mengintai hubunganku dengan diriku sendiri
dan hidung yang gatal engkau dengar
berasal dari pisaumu, mengukir kata-kata…
Darah bersikulasi di dalam kabel-kabel
dan keabadian merah nada sambung
tumpah ke dalam telinga
setetes demi setetes.

Ini adalah kesepiannya
yang melayukan bunga-bunga di kemejanya.

Teh meluncur di dalam mulutnya
kancing-kancing hidupnya ditelantarkan begitu saja
dan sebagian jiwanya berkeliaran.

Ia mengeluarkan surat dari laci
akankah ia semakin hangat dengan membacanya
atau membakarnya?

Ia nyalakan rokoknya
dan menggerakkannya seperti sebuah kail tersangkut di dinding
kemarin sudah selesai
esok sudah selesai
dan dengan setiap desahan kejauhan hidup yang abu-abu
menarik mendekat ke mulutnya.

Ia telah menyentuh kedua sisi kematian
seperti sampul depan dan belakang buku ini
yang ia tutup di bagian tengah
melemparnya ke lantai
tetapi tidak jatuh
ia bangkit
dan terbang
dengan dua baris kisahnya.

Kini sepasang burung putih
melintasi pikiran angkasa seperti kata-kata mungil.

Kini mereka membawa jeruk-jeruk
untuk musim-musim yang lain.

Kini mereka meninggalkan panggung
kosong.

Dia menutup tirai kelopak matanya
seperti seekor kura-kura
mundur ke delam dunia batunya.

Sher Baland Tanhayi (2020)
Garous Abdolmalekian (1980 – )

Monday, February 23, 2026

Tawaran Ramping

Semua mengalami kemenyusutannya.
                                                   Semuanya menyusut.

Keeleganan lama hatiku menjadi sekecil
sebuah petimati diukir untuk seekor kumbang tai yang hidup

Tiga ribu tahun lalu dan mati karena matahari
dan pisaubedah, supranatural, tetapi musikal.

Setengah hidup yang lalu, ketika ada badai salju,
Kami akan mencuri susu dari yang muda chimera.

Semacam pilihan kecil tak alami seperti kami.

Cinta diriku–mustahil seperti sebuah kapal yang dibuat dari anggrek
Numidia yang tetap engkau tutup dalam botol

                                                     Meledak dalam bentuk
                                                     kebaikan-kebaikan tertentu.

Hal-hal berkarat. Tak ada bukti burung-burung; tak ada bukti terbang.
Aku bahagia aku tidak akan ada di sini ketika bumi sedang hangat.

Slender Offering (The New Yorker, February 23th 2026)
Lucie Brock-Broido (1956-2018)

Saturday, February 14, 2026

Rutinitas

     Untuk Micah

Udara pagi menahan
gemuruh para tukang bersih-bersih
Gagak-gagak berjalan angkuh melewati bayang-bayang
mengumpulkan serpihan yang tumpah
Jangan Menoleh ke Belakang!
ketika aku ditarik ke pamflet-pamflet
aneh Yesus di perpustakaan
gratis dan engkau menghitung
berat dunia dalam pikiranmu
Langit punya segumpal kabut tetapi lebih biru
ketimbang abu-abu. Aku memindai kembalinya bahasa
Kristus untuk kemiripan dan berusaha
menangkap sekilas dirimu di atas
bukit. Bertemu dengan silauan kaca depan
ketika matahari naik sedikit lagi. Aku melambai
pada cahaya untuk jaga-jaga

Routines (Poetry Foundation January 2026)
Sunnylyn Thibodeaux (1975- )

 

Wednesday, February 4, 2026

100 Kuda

Semua orang
Semua orang harus senyum
Di masa-masa perang

Jenderal Smith bilang padaku
Aku tak akan pernah tersenyum lagi
Dia bilang aku tak akan pernah tersenyum lagi
Tetapi tak perlu cemas
Karena semua orang, berhenti tersenyum
Ketika mereka mendapatkan apa yang mereka mohonkan

Semua orang
Di masa-masa perang
Harus turun ke sirkus

Jenderal Adams bilang padaku
“Nak, engkau terlahir takut mati”
Maka ia berkata, “Suatu hari engkau akan mati ketakutan
Tetapi tak perlu cemas
Karena semua orang pasti mati ketakutan atau mati gugup”

Semua orang
Semua orang harus pergi joged
Di sana di lantai joged

Ada seratus kuda berjoged
Mungkin 124
Semua kuda pasti berjoged
Hanya ada satu-satunya musik joged di masa-masa perang

Seratus kuda
Berjoged bersamaku dengan bebas
Tetapi kami sudah berjoged terlalu lama
Kami sudah berjoged terlalu lama
Dan kini aku harus berubah sepenuhnya

Semua orang

100 Horses (Getting Killed-2025)
Geese (Gus Green/Cameron Winter/Max Bassin/Dominic Digesu)