ada yang tiba-tiba
untuk semua permukaan–
di ladang-ladang
menuju ke depan
terjerat, & semuanya
berhenti. Halaman rumput
adalah tuhan. Sebuah pintu di pepohonan
terbuka. Koridor muncul di mana-mana
sebagai cahaya &
cahaya berkata
engkau ingin hidup &
tak ada yang
terjadi. Cahaya yang lebih rendah
berkumpul di pinggang
hari, berkilau
di kulit kayu di atas serpihan
batu & tepat di sana di lengkung
daun kering di atas kursi
biru dan juga di sana
di atas daun hidup di ujung dahan
pohon oak muda
yang beberapa saat lalu
berlagak dalam sedikit angin & kini
brutal dalam
diamnya.
Seekor burung towhee
terbang & meninggalkan
ini.
Kita tak menghembuskan
nafas.
Adalah memungkinkan kesadaran
meng-
hilang dari atmosfer
dibawanya menit-menit
gila
berlari menuju akhir
hanya karena mereka
membiarkannya longgar
sekali–& engkau tak bisa menanggalkan
kulit yang menahanmu
di dalam, engkau tak bisa bersembunyi
dari tergesa-gesa
yang akan memulai lagi
segera ketika engkau meng-
hembus nafas, tetapi kini
rasa sakit bangkit untuk menemukan dirinya sendiri
bukan rasa sakit, apapun yang
menetaskan kita telah
selesai & tumbang
menjauh & kita
turun
terjatuh. Inkubasi
tiba-tiba selesai.
Sesuatu terjadi sebelum
dihapus. Jangan
lupakan ini
ketika engkau kembali
ke dunia itu
di mana pengerasan jiwa
yang hidup dalam bayang-bayang
dimulai lagi,
di mana daun-daun berpusar
ke dalam puntiran dada
angin
yang sekali lagi ingin mengintip
ke dalam semua arah
yang lain–
di mana jangkrik-jangkrik
yang berhenti tiba-tiba,
ketika persetubuhan bebas
dengan menatap
berhenti–ketika
menginginkan & mengetahui
telah–memulai lagi–tetapi untuk sekarang, karena
keabadian yang mustahil
pada detik
ini,
apapun itu
yang juga semua itu
berdiri tak terpatahkan di
hadapan kita.
Approaching Sundown
(The New Yorker January 5th 2026 from Killing Spree)
Jorie Graham (1950 - )