Wednesday, February 4, 2026

100 Kuda

Semua orang
Semua orang harus senyum
Di masa-masa perang

Jenderal Smith bilang padaku
Aku tak akan pernah tersenyum lagi
Dia bilang aku tak akan pernah tersenyum lagi
Tetapi tak perlu cemas
Karena semua orang, berhenti tersenyum
Ketika mereka mendapatkan apa yang mereka mohonkan

Semua orang
Di masa-masa perang
Harus turun ke sirkus

Jenderal Adams bilang padaku
“Nak, engkau terlahir takut mati”
Maka ia berkata, “Suatu hari engkau akan mati ketakutan
Tetapi tak perlu cemas
Karena semua orang pasti mati ketakutan atau mati gugup”

Semua orang
Semua orang harus pergi joged
Di sana di lantai joged

Ada seratus kuda berjoged
Mungkin 124
Semua kuda pasti berjoged
Hanya ada satu-satunya musik joged di masa-masa perang

Seratus kuda
Berjoged bersamaku dengan bebas
Tetapi kami sudah berjoged terlalu lama
Kami sudah berjoged terlalu lama
Dan kini aku harus berubah sepenuhnya

Semua orang

100 Horses (Getting Killed-2025)
Geese (Gus Green/Cameron Winter/Max Bassin/Dominic Digesu)

Tuesday, February 3, 2026

Bercabang Matahari Terbenam

Tenggat waktu lauthijau tergelincir meluncur dari
bantal kertas-kertas dan buku-bukuku yang tak dibaca.
Kapankah kita menemukan diri kita, dan di mana?
JANGAN PINDAHKAN KARTU INI
Ia harus memuji dari buku-buku yang kucuri
pada hari-hari berdarah Saigon dan Negara Bagian Jackson.

Kami bekerja untuk memisahkan kengerian dari kengerian.  
Dalam hidup, tentang hidup, kegembiraan dari kegembiraan yang berbahaya.
BAYAR SEPULUH SEN KALAU HILANG
Buku-buku menandai kita untuk kebaikan tetapi tak selalu membantu.
Fakta-fakta, momen-momen, dambaan-dambaan, dan kehilangan
menyerbu hari-hari kita. Gelincir tak bertuju menutupi

film-film yang memainkan Selancar yang sudahlamapergi,
jauh dari Jalan Raya, jauh ke luar ke Matahariterbenam
ketimbang dari perpustakaanku. Di baris kedelapan, di sampingku,
Mifune merajuk dan bersungut. Di luar, kabut
menyelempangi lampu-lampu jalan dan kemah besar Selancar.
Tetapi itu buku apa? Apa urusannya denganku?

Aku pasti sudah mematahkan tulang punggungnya di sana,
menggarisbawahi apa yang tampak penting ketika itu.
Buku-buku menggantikan pengakuan dosa masa kanak-kanak,
teater-teater dosa berbisik kita, yang tertutup.
Nostalgia bikin sakit tetapi menunjukkan kita.
Kita ingin sakit, dilepaskan dari

momennya, satu-satunya rumah kita sesungguhnya. Aku mencuri
untuk membuat buku-buku tetap dekat, seperti puisi-puisinya Hardy,
Di sana mereka mengukir nama-nama rintik hujan yang mencangkul.
Bersemangatlah. Hati-hati dengan pengunjung-pengunjung tak diinginkan.
Kemiripan membuat yang bodoh disandera. Tetaplah dekat
dengan apa yang membuat mistis dan benar.

Aku masih berhasrat mencuri rahasia-rahasia
dan aku adalah sandera untuk apa yang mungkin tak pernah.
Lamunan dan arwah gentayangan. Sebuah kenangan,
kenangan ini, membakar momen, waktu milikku
ini bukan milikku tetapi adalah aku.
Kegembiraan tenggat waktu yang sudah lama lewat.

The Sunset Branch (The New Yorker, February 2th 2026)
W.S Di Piero (1945 - )

Monday, January 19, 2026

Hari Ketika Sang Nyonya Mati

Jam 12:20 di New York suatu Jumat
tiga hari setelah hari Bastille, ya
ini 1959 dan aku akan menyemirsepatu
karena aku akan keluar jam 4:19 di Easthampton
jam 7:15 dan langsung ke makan malam
dan aku tak tahu siapa yang akan memberiku makan

Aku berjalan di jalanan panaslembab mulai menuju matahari
dan memegang sebuah hamburger dan roti gandum dan membeli
sebuah NEW WORLD WRITING buruk untuk melihat apa yang dilakukan para penyair di Ghana hari-hari ini

                                                                       Aku pergi ke bank
dan Nona Stillwagon (pernah kudengar nama depannya Linda)
bahkan tak melihat saldoku sekalipun seumur hidupnya
dan di GOLDEN GRIFFIN aku mendapatkan buku kecil Verlaine
untuk Patsy dengan gambar oleh Bonnard meskipun aku memikirkan
Hesiod, trans. Richmond Latimore atau naskah drama baru Brendan Behans atau Le Balcon atau Les Negres-nya
Genet, tetapi tidak, aku tetap dengan Verlaine
setelah praktis akan tidur dengan ketidakmenentuan

Dan untuk Mike aku hanya berjalan-jalan ke toko minuman keras
PARK LANE dan meminta sebotol Strega dan
kemudian aku kembali ke tempat aku datang di Jalan 6th
dan tukang tembakau di Teater Ziegfeld dan
biasanya meminta kartun Gauloises dan kartun
Picayunes, dan NEW YORK POST dengan wajahnya di sana

dan aku kini sangat berpeluh dan membayangkan
bersandar di pintunya john di 5 SPOT
sementara dia bersiul sebuah lagu dengan kibor
untuk Mal Waldron dan semua orang dan aku berhenti bernafas

The Day Lady Died (Poetry Foundations from Lunch Poems 1964)
Frank O’Hara (1926-1966)

Tuesday, January 13, 2026

Macbeth (Act IV: Scene III)

Macbeth:

Seyton! Aku sakit hati,
Ketika kulihat–Seyton, kubilang!–Desakan ini
Akan menyambutku atau menyingkirkanku kini.
Aku sudah hidup cukup lama: jalan hidupku
jatuh ke dalam kering, daun kuning;
Dan yang seharusnya menemani masa tua,
Seperti kehormatan, cinta, kepatuhan, teman-teman tentara
Aku seharusnya tak mencari itu; tetapi, dalam tenangnya mereka
Kutukan, tidak keras tapi dalam, penghormatan lisan, nafas
Yang hanya oleh hati yang miskin akan menyangkal, dan tak berani.
Seyton!

Seyton:

Apa yang engkau inginkan?

Macbeth (1623)
William Shakespare (1564-1616)

Saturday, January 10, 2026

Mendekati Matahari Terbenam

ada yang tiba-tiba
untuk semua permukaan–
di ladang-ladang
menuju ke depan

terjerat, & semuanya
berhenti. Halaman rumput
adalah tuhan. Sebuah pintu di pepohonan
terbuka. Koridor muncul di mana-mana

sebagai cahaya & cahaya berkata
engkau ingin hidup &
tak ada yang
terjadi. Cahaya yang lebih rendah

berkumpul di pinggang
hari, berkilau
di kulit kayu di atas serpihan
batu & tepat di sana di lengkung

daun kering di atas kursi
biru dan juga di sana
di atas daun hidup di ujung dahan
pohon oak muda

yang beberapa saat lalu
berlagak dalam sedikit angin & kini
brutal dalam
diamnya.

Seekor burung towhee terbang & meninggalkan

ini.

Kita tak menghembuskan nafas.

Adalah memungkinkan kesadaran meng-

hilang dari atmosfer
dibawanya menit-menit
gila
berlari menuju akhir

hanya karena mereka
membiarkannya longgar
sekali–& engkau tak bisa menanggalkan
kulit yang menahanmu

di dalam, engkau tak bisa bersembunyi
dari tergesa-gesa
yang akan memulai lagi
segera ketika engkau meng-

hembus nafas, tetapi kini
rasa sakit bangkit untuk menemukan dirinya sendiri
bukan rasa sakit, apapun yang
menetaskan kita telah

selesai & tumbang
menjauh & kita
turun
terjatuh. Inkubasi

tiba-tiba selesai.
Sesuatu terjadi sebelum
dihapus. Jangan
lupakan ini

ketika engkau kembali

ke dunia itu

di mana pengerasan jiwa
yang hidup dalam bayang-bayang
dimulai lagi,
di mana daun-daun berpusar

ke dalam puntiran dada
angin
yang sekali lagi ingin mengintip
ke dalam semua arah

yang lain–
di mana jangkrik-jangkrik
yang berhenti tiba-tiba,
ketika persetubuhan bebas

dengan menatap
berhenti–ketika
menginginkan & mengetahui
telah–memulai lagi–tetapi untuk sekarang, karena

keabadian yang mustahil pada detik
ini,
apapun itu
yang juga semua itu

berdiri tak terpatahkan di hadapan kita.

Approaching Sundown (The New Yorker January 5th 2026 from Killing Spree)
Jorie Graham (1950 - )

Monday, January 5, 2026

Pekerjaan Rumah

Jika aku mengerjakan cucianku aku akan membasuh Iranku
     yang kotor
Aku akan melemparkannya ke dalam Amerika Serikatku, dan menuangkan
     Sabun Ivory, mengusap Afrika, menempatkan semua burung
     dan gajah kembali ke hutan,
Aku mencuci sungai Amazon dan membersihkan Karibia & Teluk Meksiko
     yang berminyak,
Menggosok kabutasap Kutub Utara, menyeka semua
     saluran pipa di Alaska,
Menggosok jelaga untuk Dataran Rocky dan Los Alamos,
     Menyiram Cesium dari Kanal Cinta yang Berkilau
Membilas Hujan Asam di atas Parthenon &
     Sphinx, Lendir Pembuangan Air keluar dari
     cekungan Mediterania & membuatnya birulangit lagi,
Membubuhkan belau kembali ke langit di atas
     Rhine, memutihkan Awan-Awan kecil agar salju kembali
     putih sebagai salju,
Membersihkan Hudson Thames & Neckar, Mengeringkan
     Drainase Kota dari Danau Erie
Kemudian aku melemparkan Asia besar dalam satu Muatan raksasa &
     membasuh darah & Agen Oranye,
Membuang seluruh kekacauan Rusia dan China di
     pemeras air, meremasnya dari cepu Abu-abunya
     kantor polisi AS bagian Amerika Tengah,
& memasukkan planet dalam pengering & membiarkan ia duduk 20
    menit atau semasa Abadi sampai ia keluar dengan bersih.

Homework (Poetry Foundation from Collected Poems 1947-1980)
Allen Ginsberg (1926-1997)

Monday, December 29, 2025

Lelaki Dalam Angin

Lelaki dalam angin
yang membuat kita tetap terjaga malam ini
bukanlah rahib hitam angin
meringkuk di sudut-sudut dan rahim-rahim
atau wajah putih di bawah lampu jalan
dilanda oleh rasa bersalah karena hidungnya
atau tamparan besar tangan angin
memukul dan memukul lorong-lorong hujan
sementara para penyiksa memproses dengan
interogasi
dan suara terpidana yang membesar
berdarah di atas simbal dan timpani.

Dengar.
Mimpinya tentang angin
adalah amarah yang menyelaraskan pikirannya
dan mengenakan kulitnya.
Tangisnya bukanlah apa yang dikatakan angin
tetapi ketakutan di mana ia hidup di dalamnya.
Tidaklah angin kurang manusia karena menjadi lebih liar
atau menjadi, sebagaimana kini, sebuah raungan, raungan yang terus-menerus
seperti ombak di mana tak ada pesisir,
tak ada, dan tak ada pedalaman atau tanjung untuk menghalangi
tumpahan air hitam di atas air yang tetap lebih banyak.

Dan kini ia menenggelamkan pulau sopan kita,
pelabuhan-pelabuhan kecil bebas dengan cahaya pengintai mereka yang waspada
kapal-kapal, gedung-gedung bertingkat, derek, menara lonceng, tiang,
kakilangit yang membusuk menghilang dengan cakrawala terakhirnya
untuk sebuah ujung yang bersih murni,
untuk satu-satunya ujung di malam yang tak tercipta ini
di mana anginnya angin, dilonggarkan oleh tidurnya
menuju kekuatannya sendiri,
bergerak tanpa makna, atau menjadi–
sebuah ombak yang memulai sebelum permulaan,
yang tak akan berakhir setelah akhir.

The Man in The Wind (The Guardian from Minute by Glass Minute-1982)
Anne Stevenson (1933-2020)