Thursday, June 4, 2026

Menjadi Tua

Tak usah resah soal
leher
gelas sampanye.
Minum saja sampanye.

Daging lengan bagian dalam,
krep sayap kelelawar.
Kereta untuk penerbangan malam.

Mengharapkan rambut tubuh
jadi
menipis,
seperti Alpine.
Penjepit sampah,
alat cukur.

Di kamar mandi,
menemukan sebuah pulau karang daging
hangat di atas perut.
Cangkir dengan lembutnya di tanganmu
seperti adonan tortilla mentah.
Mengagumi hasil akhir satinnya.
Mengucapkan terimakasih.

Suatu hari engkau akan terjaga
terkesima seperti Gregor Samsa
dan mendapati dirimu telah
berubah wujud ke dalam sebuah gunung berapi.

Memikirkan Paricutin, Popo, Ixta, Orizaba.
Berikan dirimu sebuah nama yang keren,
lebih disukai dengan sebuah “x” atau “z” atau “tl”:
Xandra Xiznerox
Zandra Zixneroz
XXandra ZZizneroz
Xztl Zxtl.

Muntah asap. Muntah abu. Pada
peristiwa, yang sama sekali layak untuk
melambungkan batu-batu. Batu apung populer.

Berusaha supaya mirip Dewi Coatlique.

Berlatih menjadi ilahi dengan sebuah batu cermin obsidian.
Mengintip dengan kesehari-harian yang tulus.
Itu akan memberitahumu apa yang ngeri kau dengarkan.
Biasakan.

How to Grow Old (The New Yorker–June 8th 2026)
Sandra Cisneros (1954 - )

Saturday, May 16, 2026

Garam

Jika engkau ingin mempelajari esensinya, tujuannya,
kegunaannya di dunia,
engkau harus melihatnya secara keseluruhan. Garam
bukanlah individu-individu yang membuatnya
melainkan suku yang bersolidaritas. Tanpa itu
setiap partikel akan menjadi satu fragmen ketiadaan,
mengurai dalam beberapa lubang hitam tak terpikirkan.

Permukaan garam berasal dari laut. Busanya
yang membatu.
Lautnya dipanggang matahari.

Dan sebab itu akhirnya usang,
kehilangan kekuatan airnya yang besar,
ia mati di pantai untuk menjadi batu di pasir.

Garam adalah gurun yang pernah jadi laut.
Air dan daratan
berdamai,
tak ada sesiapa bermasalah.

Itulah mengapa dunia merasakan apa yang membuatnya hidup.

La Sal (Desde Entonces-1979. Translated to Bahasa Indonesia from English translation by Katherine M Hedeen with the title 'Salt'. Published on LA Review Books November 14th 2014)
Jose Emilio Pacecho (1939-2014)

Friday, May 15, 2026

Sebuah Teori Tentang Asal-Usul Bahasa

Semalam, setelah berbulan-bulan jauh dari rumah,
seekor burung turek mematuk gelap yang diam tetap
dengan peringatan-peringatannya. Bahasa, barangkali,
mulai seperti ini. Api unggun. Satu orang
untuk berjaga-jaga, yang akan membutuhkan
sesuatu untuk membunyikan bahaya. Sebuah kata seperti  Harimau!
Serangan Udara!  Lari!  Dan ketika kata-kata masuk
mereka tak terbendung, menyeret debu masuk ke koridor-koridor
otak kita, mendirikan tenda-tenda untuk melihat matahari terbenam di atas
rawa-rawa yang mulai kelabu. Kita dulu sudah belajar membuat celurit dan beliung, alat-alat untuk mengukir daging sisa bison dan mammoth-mammoth.
Bahasa dan kekerasan berproses bersama. Hanya kelak,
di taman berbunga, bersenjatakan kacamata lorgnette,
kita bisa mengatakan hal-hal seperti Pergi dan berikan pantat seteguk
anggur untuk membasuh buah ara. Atau Akankah menghabiskan waktu untuk bersolek setelah bersetubuh. Ketika kita berbaring, engkau dan Aku, punggung kita
menyandari goresan tanah di negara terbuka yang bergantung pada hujan ini,
seluruh horor pecahan peluru terbakar tahun ini tak bisa dinamai
dan tak bisa lewat dari tanah jiwa yang gembur
ke dahan, ke tenggorokan. Kita pergi. Mengangkat kaki kita ke langit
seakan mereka bisa menahan surga. Makna
surut. Di Armenia, salah satu cara mengatakan aku mencintaimu adalah
aku ingin memakan livermu. Dalam bahasa Arab, aku ingin kau menguburku,
aku ingin engkau berjalan di bulumataku. Rasakan turunnya laut es tebal runtuh di sekujur tubuh kita. Para leluhur
burung turek–mereka punya bulu-bulu untuk satu juta tahun
sebelum menggunakannya untuk terbang. Lidah kita.
Raja-raja dalam buaian mulut kita.
Kini menjeritlah. Kini menyanyilah.

A Theory on the Origin of Language (The New Yorker–April 27 2026)
Tishani Doshi (1975– )



Wednesday, May 13, 2026

Para Pengemis

Engkau tak tahu
apa yang ada di tumpukan. Seorang pengunjung
mendapatinya sebagai tempat pengemis. Mereka menjual
rongga kosong tangan mereka.

Mereka menunjukkan para pelancong
mulut mereka yang penuh kotoran,
dan membiarkan mereka (ia mampu melakukannya) mengintip
kudis yang menggerogoti mereka.

Dalam penglihatan mereka yang dipelintir
wajah asingnya miring;
mereka senang dengan pencapaian mereka
dan ketika dia bicara mereka muntah.

The Beggars (Poetry Foundation-translated from Germans to English by Michael Hofmann)
Rainer Maria Rilke (1875-1926)

Sunday, May 10, 2026

Bedanya Penyair Buruk dan Penyair Bagus adalah Keberuntungan

Kurasa.
Aku tinggal di sebuah loteng di Philadelphia
Di sana sangat panas pada musim panas dan sebab itu aku bertahan di
bar-bar. Aku sama sekali tak punya uang dan karenanya dengan apa yang nyaris tersisa aku memasang sebuah iklan kecil di koran dan bilang aku adalah seorang penulis yang mencari pekerjaan…
yang jelas saja adalah kebohongan; aku adalah seorang penulis
mencari sedikit waktu dan sedikit makanan dan sedikit
sewa loteng.
beberapa hari kemudian ketika aku akhirnya pulang
dari suatu tempat
ibu kos bilang, ada seseorang mencarimu.
dan aku bilang,
pasti ada yang salah. dia bilang,
tidak, dia seorang penulis dan dia bilang dia ingin engkau membantunya menulis
sebuah buku sejarah.
oh, baiklah, kataku, dan aku tahu dengan itu aku dapat sewa
satu pekan lagi–maksudku, bayar nanti–
jadi aku duduk minum anggur yang masih utang dan melihat merpati sedang birahi menderita dan bersanggama di atas atapku yang panas.
Kunyalakan radio dengan benar-benar keras
menenggak anggur dan bertanya-tanya bagaimana aku bisa membuat buku sejarah yang menarik tetapi benar.
tetapi bajingan itu tak pernah datang lagi,
dan aku akhirnya harus mendaftar geng jalur rel kereta
menuju Barat
dan mereka memberi kami kaleng-kaleng makanan tetapi tak ada
pembuka
dan kami membuka kaleng dengan bangku dan sisi-sisi
gerbong rel berumur seratus tahun berkarat
makanannya tidak dimasak dan airnya terasa seperti
benang lilin
dan aku melompat menuju serumpun belukar di suatu tempat di
Texas
semuanya hijau dengan rumah-rumah bagus dari
kejauhan
aku menemukan sebuah taman
tidur sepanjang malam
dan mereka menemukanku dan memasukkanku di sebuah sel
dan mereka menanyaiku tentang pembunuhan dan
perampokan.
mereka ingin mendapatkan banyak buku-buku
untuk membuktikan efisiensi mereka
tetapi aku tak selelah itu
dan mereka mengantarku ke kota besar sebelah
limapuluh-tujuh mil jauhnya
yang berbadan besar menyepak pantatku
dan mereka pergi.
tetapi aku beruntung karenanya:
dua pekan kemudian aku duduk di kantor balai kota
setengah tertidur di bawah matahari seperti lalat besar di sikutku
dan sesekali dia membawaku ke pertemuan dewan
dan aku mendengar dengan sangat serius seakan-akan aku tahu apa yang terjadi
seakan aku tahu bagaimana dana setengah pantat kota
dilucuti.
kemudian aku tidur dan bangun dengan tanda-tanda gigi di sekujur
tubuhku, dan aku bilang, Kristus, lihat itu, sayang! engkau mungkin memberiku kanker! dan aku menulis ulang sejarah Perang Krimea!
dan mereka semua datang ke rumahnya–
semua koboi, semua koboi:
gemuk, kusam dan diliputi debu.
dan kami berjabat tangan.
aku punya sepasang jins biru tua, dan mereka bilang
oh, kau seorang penulis, ya?
dan aku bilang: well, beberapa bilang begitu.
dan beberapa bilang begitu…
yang lain, tentu saja, belum sepenuhnya sadar.
dua pekan kemudian mereka
mengusirku keluar
dari kota.

the difference between a bad poet and a good one is luck (Burning in Water, Drowning in Flame: Selected Poems 1955-1973)
Charles Bukowski (1920-1994)

Thursday, May 7, 2026

Lagu Tentang Diriku Sendiri (Versi 1892)

Bagian 2

Rumah-rumah dan ruangan-ruangan penuh dengan parfum, laci-laci sesak
      dengan parfum
Kunafaskan wewangian dan mengenalnya dan menyukainya
Penyulingannya juga bakal memabukkanku, tapi aku tak akan membiarkannya.

Atmosfer bukanlah sebuah parfum, ia tak punya rasa disuling, ia
       tanpa aroma,
Ia selamanya untuk mulut, aku jatuh cinta padanya,
Aku akan pergi ke tepi sungai di samping hutan dan tanpa penyamaran dan telanjang,
Aku tergila-gila untuk bisa berhubungan dengannya.

Uap nafasku sendiri,
Gema, riak, pembisik dengung, akar-cinta, benang-sutra, selangkangan dan anggur,
Pernafasan dan inspirasiku, degup jantungku, aliran
        darah dan udara melintasi paru-paruku,
Hirupan dedaunan hijau dan dedaunan kering, dan pesisir dan bebatuan laut
        berwarna gelap, dan jerami di lumbung,
Bunyi kata-kata sendawa suaraku melonggar pada pusaran
         angin,
Beberapa ciuman ringan, beberapa pelukan, merangkul tangan,
Permainan sinar dan teduh pada pepohonan seperti kibasan dahan yang luwes,
Rasa semangat yang sendirian atau dalam keterburu-buruan jalanan, atau sepanjang ladang-ladang dan sisi-sisi bukit,
Perasaan sehat, getar siang yang penuh, lagu tentang diriku bangkit dari ranjang
          dan menemui matahari.

Pernahkah engkau menghitung berapa seribu hektar? pernahkah engkau mengukur berapa luas bumi?
Pernahkah engkau berlatih lama untuk belajar membaca?
Pernahkah engkau merasa bangga karena mengetahui arti puisi-puisi?

Tinggallah siang dan malam ini bersamaku dan engkau akan memiliki asal-usul
            seluruh puisi,
Engkau akan memiliki kebaikan bumi dan matahari, (ada jutaan matahari
            yang tersisa,)
Engkau tidak akan lagi mendapatkan hal-hal dari tangan kedua atau ketiga, tidak
            pula melihat melalui mata orang mati, tidak pula dikenyangkan oleh
            hantu-hantu dalam buku,
Engkau juga tidak akan melihat melalui mataku, juga tak mengambil hal-hal dariku,
Engkau akan mendengar ke segala sisi dan menyaringnya dari dirimu sendiri.

Song of Myself (1892 Version-Poetry Foundation)
Walt Whitman (1819-1892)

Wednesday, April 29, 2026

Amerika

Amerika aku sudah memberimu semuanya dan kini aku bukan apa-apa.
Amerika dua dollar duapuluh tujuh sen 17
               Januari 1956.
Aku tak tahan dengan pikiranku sendiri.
Amerika kapankah kita akan menghentikan perang manusia?
Pergi sana persetan dengan bom atommu.Perasaanku sedang tidak enak jangan ganggu aku.
Aku tidak akan menulis puisiku sampai aku dengan pikiran yang tepat.
Amerika kapankah engkau menjadi seperti malaikat?
Kapan engkau akan membuka pakaianmu?
Kapan engkau akan melihat dirimu sendiri melalui kuburan?
Kapan engkau menjadi setara satu juta penganut Trotsky?
Amerika mengapa perpustakaanmu penuh air mata?
Amerika kapan engkau akan mengirim telur-telurmu ke India?
Aku muak dengan permintaan-permintaan sintingmu.
Kapan aku bisa pergi ke pasar swalayan dan
membeli apa yang aku butuhkan dengan
                 penampilanku yang bagus?
Amerika setelah semuanya adalah engkau dan aku
                 yang sempurna bukan dunia di sebelah.
Mesin-mesinmu terlalu banyak bagiku.
Engkau membuatku ingin menjadi seorang santo.
Harus ada beberapa cara lain untuk meredakan adu pendapat ini.
Burroughs ada di Tangier aku tidak berpikir dia
                akan kembali itu sinis.
Apakah engkau menjadi sinis atau ini adalah
               beberapa bentuk lelucon praktis?
Aku berusaha untuk sampai ke maksud.
Aku menolak menyerah dengan obsesiku.
Amerika berhentilah mendesak aku tahu apa yang kulakukan.
Amerika pohon plum yang sedang mekar jatuh.
Aku belum membaca koran berbulan-bulan
               setiap hari seseorang diadili karena
               pembunuhan.
Amerika aku merasa sentimentil dengan Wobbies.
Amerika aku pernah menjadi seorang komunis ketika masih anak-anak
               aku tak menyesal.
Aku menghisap mariyuana setiap ada kesempatan.
Aku duduk di rumahku berhari-hari di pojok dan menatap mawar-mawar
               di lemari.
Lalu aku pergi ke Pecinan aku mabuk dan tidak pernah bersanggama.
Pikiranku sudah bulat bakal ada masalah.
Engkau seharusnya melihat aku membaca Marx.
Psikoanalisku berpikir aku sepenuhnya benar.
Aku tak akan Berdoa Pada Tuhan.
Aku memiliki getaran mistis visi dan kosmis.
Amerika aku masih belum memberitahumu apa
               yang engkau lakukan kepada Paman Max
               setelah dia datang ke sini dari Rusia.

Aku menyebutmu.
Apakah engkau akan membiarkan kehidupan
emosionalmu dijalankan oleh
               Majalah Time?
Aku terobsesi dengan Majalah Time.
Aku membacanya setiap pekan.
Sampulnya menatapku setiapkali aku merayap melewati sudut
                toko permen.
Aku membacanya di ruang bawah tanah Perpustakaan Umum Berkeley.
Ia selalu memberitahuku soal tanggungjawab.
                Para pebisnis serius. Para produser film
                serius. Semuanya serius kecuali aku.
Itu terjadi padaku karena aku seorang Amerika.
Aku bicara tentang diriku lagi.

Asia bangkit melawanku.
Aku belum mendapatkan peluang orang cina.
Aku lebih baik mempertimbangkan sumber daya nasionalku.
Sumber daya nasionalku terdiri dari dua linting
                mariyuana jutaan kelamin yang tak
                dipublikasikan sastra pribadi sejauh
                 1400 mil satu jam dan dua puluh lima
                 ribu institusi mental.
Aku tak bilang apapun tentang penjaraku tidak
                 pula tentang jutaan yang tak beruntung
                 yang hidup di dalam pot bungaku di
                 bawah cahaya lima ratus matahari.
Aku sudah melenyapkan rumah bordil di Prancis,
                 di Tangier selanjutnya.
Ambisiku adalah menjadi Presiden meski
                 faktanya aku adalah seorang Katolik.

Amerika bagaimana aku bisa menulis sebuah
                 litani suci dalam mood-mu yang konyol?
Aku akan terus seperti Henry Ford bait-baitku
                 individual lebih seperti otomobilnya
                 jadi mereka semua berbeda jenis
                 kelamin.
Amerika aku akan menjual padamu bait-bait
                 $25000 satu $500 lebih murah dari
                 baitmu yang lama.
Amerika bebaskan Tom Mooney.
Amerika selamatkan Loyalis Spanyol.
Amerika Sacco & Vanzetti tidak harus mati.
Amerika aku adalah bocah Scottsboro.
Amerika ketika aku tujuh tahun mama
                 membawaku ke pertemuan Sel Komunis
                 mereka menjual pada kami segenggam
                 kacang arab per tiket satu tiket seharga
                 satu nikel dan pidato bebas semua orang
                 seperti malaikat dan sentimentil tentang
                 para pekerja juga semuanya tulus
                 engkau tak tahu apa yang bagus di pesta
                 pada 1835 Scott Nearing adalah seorang
                 lelaki tua orang yang benar-benar baik
                 Bunda Bloor membuatku menangis aku
                 pernah sekali bertemu Israel Amter yang
                 polos. Semua orang mestilah mata-mata.
Amerika engkau tidak benar-benar ingin pergi ke perang.
Amerika mereka itu orang-orang Rusia yang buruk.
Orang Rusia orang Rusia dan orang China.
                 Dan orang Rusia.
Rusia ingin memakan kita hidup-hidup. Kekuatan
                 Rusia gila. Dia ingin mengambil mobil-
                 mobil kita dari garasi-garasi kita.
Dia ingin merebut Chicago. Mereka butuh
                  Reader’s Digest Merah. Dia ingin
                  tanaman otomatis kita di Siberia.
                  Birokrasi besarnya menjalankan pom
                  bensin-pom bensin kita.
Itu tidak bagus. Ugh. Dia membuat orang India
                  belajar membaca.
                  Dia butuh para negro besar. Hah. Dia
                  membuat kita semua bekerja enam jam
                  sehari. Tolong.
Amerika ini cukup serius.
Amerika ini adalah kesan yang aku dapatkan dari
                 melihat televisi.
Amerika apakah ini benar?
Aku lebih baik langsung bekerja saja.
Benar bahwa aku tak ingin bergabung dengan
                 Tentara atau memasang mesin bubut ke
                 bagian-bagian presisi di pabrik,
                 ngomong-ngomong aku rabun dekat dan
                 psikopat.
Amerika aku memasang bahu queer-ku ke roda.

Berkeley, 17 Januari 1956

America (Howl & Other Poems-1956)
Allen Ginsberg (1926-1997)

Wednesday, April 22, 2026

Darah Pertama

Darah pertama tergambar           Aku menggambar:–
menjepit terlalu rapat, ranjang rapuh

kuku jari bayi membuka sebuah lagu merah
yang baru dalam tenggorokanku. Ketika kukatakan padamu

Aku meratapi kehilangan kecil   dan ketakutan
mekar di dalam sini, maksudku

untuk bilang aku menemukan sebuah jendela
tiba-tiba untuk penantianku,

untuk mengupas doa–:     mungkin apa yang
patah bangkit dan meraih lagi.

First Blood (Night Angler-2019)
Geffrey Davis (1983 - )  

Tuesday, April 14, 2026

Apocalypso

Aku tak juga bisa menyelesaikan artikel
tentang rentang perhatian yang singkat,
agen federal bersenjata di Wendy’s,
Saturnus perlahan kehilangan cincinnya.
Ternyata kapal barang yang tenggelam itu
dipenuhi dengan bebek-bebek karet,
dan kini pantai jadi kotor dengan anak-anak,
kamera-kamera mungil di mesin tunai,
sebuah alarm mobil memicu alarm mobil
memicu alarm mobil, hari-ri-ri O.
Sejauh Arktik mencair,
hal baiknya adalah kita sudah 70% air,
sisanya kombinasi-kombinasi lama nomor gembok
dan kenangan tentang sebuah layang-layang
tersangkut di sebuah pohon.
Kita mungkin berharap terlalu banyak
dari orang-orang yang dikumpulkan bersama
oleh sesuatu yang ditandatangani selembar bulu.
Calypso menahan Odysseus sebagai tahanan
di pulaunya bertahun-tahun,
jadi jangan terkejut melihat
penutup wajah ski mereka berkeringat.
Lihat aku melalui kamera bel pintumu,
cahayanya indah
dan sebuah partikel
dan sebuah gelombang.

Apocalypso (The New Yorker–April 13th 2026)
Dobby Gibson (1970 - )

Thursday, March 19, 2026

Puisi Panjang Tentang Kesepian

Ia bersandar pada jam yang larut ini
membuka pintu usianya yang berderak
temperaturnya jatuh
menyebabkan salju di matanya.

Ia berdiri
untuk duduk di tepi jendela
sadar bahwa ia telah duduk
di tepi jendela selama berjam-jam.

Seekor burung
mematuk sudut langit yang berkarat
Tidakkah ia ingin mati dengan lebih indah?
Tidakkah seseorang selalu ingin jatuh ke tanah demi mati?
Tidakkah bumi
mengisi mulut yang mati
untuk menghentikan mereka dan menggambarkan apa yang sudah mereka lihat?
Sudahkah dia membiarkan cambangnya tumbuh
untuk menyingkap semua pertanyaan
dalam lipatan-lipatan wajahnya?

Apakah mungkin untuk bangkit
mematuki sedikit hidupnya dengan paruhnya
dan menaruhnya di mulut anak-anaknya?

Ia membuka jendela
jeruk-heruk kehidupan adalah jeruk darah
ia tidak mengerti alasan tentang bulan
ia tidak mengerti alasan tentang langit yang kosong-melompong.

Ia matikan lampu
berbaring di atas ranjang ia membuang dirinya
bertahun-tahun lalu
ia berbaring di atas kejauhan
dan ketika telepon berdering,
ia harus bangkit ke sebuah jalan sepanjang kehidupan seorang manusia.

Di sisi lain garis
terbaring tulang kerangka saudara lelakinya yang terpotong-potong
yang meledak ketika memegang telepon dengan tangannya
sebuah tulang kerangka yang kini mengumpulkan kalimat-kalimat terakhirnya
dari tanah.

Di sisi lain garis
seorang wanita
menghubungi dua puluh tujuh tahun lalu
hanya untuk bilang,
“Nak, gas oven menyala
aku mati
dan saudarimu kini
bersedih tumbuh semakin tinggi setiap hari…
Jagalah kesedihanmu
kerjakan pekerjaanrumah mereka
bicaralah pada mereka.”

Di sisi lain hubungan telepon
adalah aku
yang ingin mengangkutnya keluar dari puisi ini
yang ingin menyelamatkannya dari kata-kata ini.

Tetapi seseorang sibuk
mengawasi kabel-kabel telepon
seseorang sibuk
mengintai hubunganku dengan diriku sendiri
dan hidung yang gatal engkau dengar
berasal dari pisaumu, mengukir kata-kata…
Darah bersikulasi di dalam kabel-kabel
dan keabadian merah nada sambung
tumpah ke dalam telinga
setetes demi setetes.

Ini adalah kesepiannya
yang melayukan bunga-bunga di kemejanya.

Teh meluncur di dalam mulutnya
kancing-kancing hidupnya ditelantarkan begitu saja
dan sebagian jiwanya berkeliaran.

Ia mengeluarkan surat dari laci
akankah ia semakin hangat dengan membacanya
atau membakarnya?

Ia nyalakan rokoknya
dan menggerakkannya seperti sebuah kail tersangkut di dinding
kemarin sudah selesai
esok sudah selesai
dan dengan setiap desahan kejauhan hidup yang abu-abu
menarik mendekat ke mulutnya.

Ia telah menyentuh kedua sisi kematian
seperti sampul depan dan belakang buku ini
yang ia tutup di bagian tengah
melemparnya ke lantai
tetapi tidak jatuh
ia bangkit
dan terbang
dengan dua baris kisahnya.

Kini sepasang burung putih
melintasi pikiran angkasa seperti kata-kata mungil.

Kini mereka membawa jeruk-jeruk
untuk musim-musim yang lain.

Kini mereka meninggalkan panggung
kosong.

Dia menutup tirai kelopak matanya
seperti seekor kura-kura
mundur ke delam dunia batunya.

Sher Baland Tanhayi (2020)
Garous Abdolmalekian (1980 – )

Monday, February 23, 2026

Tawaran Ramping

Semua mengalami kemenyusutannya.
                                                   Semuanya menyusut.

Keeleganan lama hatiku menjadi sekecil
sebuah petimati diukir untuk seekor kumbang tai yang hidup

Tiga ribu tahun lalu dan mati karena matahari
dan pisaubedah, supranatural, tetapi musikal.

Setengah hidup yang lalu, ketika ada badai salju,
Kami akan mencuri susu dari yang muda chimera.

Semacam pilihan kecil tak alami seperti kami.

Cinta diriku–mustahil seperti sebuah kapal yang dibuat dari anggrek
Numidia yang tetap engkau tutup dalam botol

                                                     Meledak dalam bentuk
                                                     kebaikan-kebaikan tertentu.

Hal-hal berkarat. Tak ada bukti burung-burung; tak ada bukti terbang.
Aku bahagia aku tidak akan ada di sini ketika bumi sedang hangat.

Slender Offering (The New Yorker, February 23th 2026)
Lucie Brock-Broido (1956-2018)

Saturday, February 14, 2026

Rutinitas

     Untuk Micah

Udara pagi menahan
gemuruh para tukang bersih-bersih
Gagak-gagak berjalan angkuh melewati bayang-bayang
mengumpulkan serpihan yang tumpah
Jangan Menoleh ke Belakang!
ketika aku ditarik ke pamflet-pamflet
aneh Yesus di perpustakaan
gratis dan engkau menghitung
berat dunia dalam pikiranmu
Langit punya segumpal kabut tetapi lebih biru
ketimbang abu-abu. Aku memindai kembalinya bahasa
Kristus untuk kemiripan dan berusaha
menangkap sekilas dirimu di atas
bukit. Bertemu dengan silauan kaca depan
ketika matahari naik sedikit lagi. Aku melambai
pada cahaya untuk jaga-jaga

Routines (Poetry Foundation January 2026)
Sunnylyn Thibodeaux (1975- )

 

Wednesday, February 4, 2026

100 Kuda

Semua orang
Semua orang harus senyum
Di masa-masa perang

Jenderal Smith bilang padaku
Aku tak akan pernah tersenyum lagi
Dia bilang aku tak akan pernah tersenyum lagi
Tetapi tak perlu cemas
Karena semua orang, berhenti tersenyum
Ketika mereka mendapatkan apa yang mereka mohonkan

Semua orang
Di masa-masa perang
Harus turun ke sirkus

Jenderal Adams bilang padaku
“Nak, engkau terlahir takut mati”
Maka ia berkata, “Suatu hari engkau akan mati ketakutan
Tetapi tak perlu cemas
Karena semua orang pasti mati ketakutan atau mati gugup”

Semua orang
Semua orang harus pergi joged
Di sana di lantai joged

Ada seratus kuda berjoged
Mungkin 124
Semua kuda pasti berjoged
Hanya ada satu-satunya musik joged di masa-masa perang

Seratus kuda
Berjoged bersamaku dengan bebas
Tetapi kami sudah berjoged terlalu lama
Kami sudah berjoged terlalu lama
Dan kini aku harus berubah sepenuhnya

Semua orang

100 Horses (Getting Killed-2025)
Geese (Gus Green/Cameron Winter/Max Bassin/Dominic Digesu)

Tuesday, February 3, 2026

Bercabang Matahari Terbenam

Tenggat waktu lauthijau tergelincir meluncur dari
bantal kertas-kertas dan buku-bukuku yang tak dibaca.
Kapankah kita menemukan diri kita, dan di mana?
JANGAN PINDAHKAN KARTU INI
Ia harus memuji dari buku-buku yang kucuri
pada hari-hari berdarah Saigon dan Negara Bagian Jackson.

Kami bekerja untuk memisahkan kengerian dari kengerian.  
Dalam hidup, tentang hidup, kegembiraan dari kegembiraan yang berbahaya.
BAYAR SEPULUH SEN KALAU HILANG
Buku-buku menandai kita untuk kebaikan tetapi tak selalu membantu.
Fakta-fakta, momen-momen, dambaan-dambaan, dan kehilangan
menyerbu hari-hari kita. Gelincir tak bertuju menutupi

film-film yang memainkan Selancar yang sudahlamapergi,
jauh dari Jalan Raya, jauh ke luar ke Matahariterbenam
ketimbang dari perpustakaanku. Di baris kedelapan, di sampingku,
Mifune merajuk dan bersungut. Di luar, kabut
menyelempangi lampu-lampu jalan dan kemah besar Selancar.
Tetapi itu buku apa? Apa urusannya denganku?

Aku pasti sudah mematahkan tulang punggungnya di sana,
menggarisbawahi apa yang tampak penting ketika itu.
Buku-buku menggantikan pengakuan dosa masa kanak-kanak,
teater-teater dosa berbisik kita, yang tertutup.
Nostalgia bikin sakit tetapi menunjukkan kita.
Kita ingin sakit, dilepaskan dari

momennya, satu-satunya rumah kita sesungguhnya. Aku mencuri
untuk membuat buku-buku tetap dekat, seperti puisi-puisinya Hardy,
Di sana mereka mengukir nama-nama rintik hujan yang mencangkul.
Bersemangatlah. Hati-hati dengan pengunjung-pengunjung tak diinginkan.
Kemiripan membuat yang bodoh disandera. Tetaplah dekat
dengan apa yang membuat mistis dan benar.

Aku masih berhasrat mencuri rahasia-rahasia
dan aku adalah sandera untuk apa yang mungkin tak pernah.
Lamunan dan arwah gentayangan. Sebuah kenangan,
kenangan ini, membakar momen, waktu milikku
ini bukan milikku tetapi adalah aku.
Kegembiraan tenggat waktu yang sudah lama lewat.

The Sunset Branch (The New Yorker, February 2th 2026)
W.S Di Piero (1945 - )

Monday, January 19, 2026

Hari Ketika Sang Nyonya Mati

Jam 12:20 di New York suatu Jumat
tiga hari setelah hari Bastille, ya
ini 1959 dan aku akan menyemirsepatu
karena aku akan keluar jam 4:19 di Easthampton
jam 7:15 dan langsung ke makan malam
dan aku tak tahu siapa yang akan memberiku makan

Aku berjalan di jalanan panaslembab mulai menuju matahari
dan memegang sebuah hamburger dan roti gandum dan membeli
sebuah NEW WORLD WRITING buruk untuk melihat apa yang dilakukan para penyair di Ghana hari-hari ini

                                                                       Aku pergi ke bank
dan Nona Stillwagon (pernah kudengar nama depannya Linda)
bahkan tak melihat saldoku sekalipun seumur hidupnya
dan di GOLDEN GRIFFIN aku mendapatkan buku kecil Verlaine
untuk Patsy dengan gambar oleh Bonnard meskipun aku memikirkan
Hesiod, trans. Richmond Latimore atau naskah drama baru Brendan Behans atau Le Balcon atau Les Negres-nya
Genet, tetapi tidak, aku tetap dengan Verlaine
setelah praktis akan tidur dengan ketidakmenentuan

Dan untuk Mike aku hanya berjalan-jalan ke toko minuman keras
PARK LANE dan meminta sebotol Strega dan
kemudian aku kembali ke tempat aku datang di Jalan 6th
dan tukang tembakau di Teater Ziegfeld dan
biasanya meminta kartun Gauloises dan kartun
Picayunes, dan NEW YORK POST dengan wajahnya di sana

dan aku kini sangat berpeluh dan membayangkan
bersandar di pintunya john di 5 SPOT
sementara dia bersiul sebuah lagu dengan kibor
untuk Mal Waldron dan semua orang dan aku berhenti bernafas

The Day Lady Died (Poetry Foundations from Lunch Poems 1964)
Frank O’Hara (1926-1966)

Tuesday, January 13, 2026

Macbeth (Act IV: Scene III)

Macbeth:

Seyton! Aku sakit hati,
Ketika kulihat–Seyton, kubilang!–Desakan ini
Akan menyambutku atau menyingkirkanku kini.
Aku sudah hidup cukup lama: jalan hidupku
jatuh ke dalam kering, daun kuning;
Dan yang seharusnya menemani masa tua,
Seperti kehormatan, cinta, kepatuhan, teman-teman tentara
Aku seharusnya tak mencari itu; tetapi, dalam tenangnya mereka
Kutukan, tidak keras tapi dalam, penghormatan lisan, nafas
Yang hanya oleh hati yang miskin akan menyangkal, dan tak berani.
Seyton!

Seyton:

Apa yang engkau inginkan?

Macbeth (1623)
William Shakespare (1564-1616)

Saturday, January 10, 2026

Mendekati Matahari Terbenam

ada yang tiba-tiba
untuk semua permukaan–
di ladang-ladang
menuju ke depan

terjerat, & semuanya
berhenti. Halaman rumput
adalah tuhan. Sebuah pintu di pepohonan
terbuka. Koridor muncul di mana-mana

sebagai cahaya & cahaya berkata
engkau ingin hidup &
tak ada yang
terjadi. Cahaya yang lebih rendah

berkumpul di pinggang
hari, berkilau
di kulit kayu di atas serpihan
batu & tepat di sana di lengkung

daun kering di atas kursi
biru dan juga di sana
di atas daun hidup di ujung dahan
pohon oak muda

yang beberapa saat lalu
berlagak dalam sedikit angin & kini
brutal dalam
diamnya.

Seekor burung towhee terbang & meninggalkan

ini.

Kita tak menghembuskan nafas.

Adalah memungkinkan kesadaran meng-

hilang dari atmosfer
dibawanya menit-menit
gila
berlari menuju akhir

hanya karena mereka
membiarkannya longgar
sekali–& engkau tak bisa menanggalkan
kulit yang menahanmu

di dalam, engkau tak bisa bersembunyi
dari tergesa-gesa
yang akan memulai lagi
segera ketika engkau meng-

hembus nafas, tetapi kini
rasa sakit bangkit untuk menemukan dirinya sendiri
bukan rasa sakit, apapun yang
menetaskan kita telah

selesai & tumbang
menjauh & kita
turun
terjatuh. Inkubasi

tiba-tiba selesai.
Sesuatu terjadi sebelum
dihapus. Jangan
lupakan ini

ketika engkau kembali

ke dunia itu

di mana pengerasan jiwa
yang hidup dalam bayang-bayang
dimulai lagi,
di mana daun-daun berpusar

ke dalam puntiran dada
angin
yang sekali lagi ingin mengintip
ke dalam semua arah

yang lain–
di mana jangkrik-jangkrik
yang berhenti tiba-tiba,
ketika persetubuhan bebas

dengan menatap
berhenti–ketika
menginginkan & mengetahui
telah–memulai lagi–tetapi untuk sekarang, karena

keabadian yang mustahil pada detik
ini,
apapun itu
yang juga semua itu

berdiri tak terpatahkan di hadapan kita.

Approaching Sundown (The New Yorker January 5th 2026 from Killing Spree)
Jorie Graham (1950 - )

Monday, January 5, 2026

Pekerjaan Rumah

Jika aku mengerjakan cucianku aku akan membasuh Iranku
     yang kotor
Aku akan melemparkannya ke dalam Amerika Serikatku, dan menuangkan
     Sabun Ivory, mengusap Afrika, menempatkan semua burung
     dan gajah kembali ke hutan,
Aku mencuci sungai Amazon dan membersihkan Karibia & Teluk Meksiko
     yang berminyak,
Menggosok kabutasap Kutub Utara, menyeka semua
     saluran pipa di Alaska,
Menggosok jelaga untuk Dataran Rocky dan Los Alamos,
     Menyiram Cesium dari Kanal Cinta yang Berkilau
Membilas Hujan Asam di atas Parthenon &
     Sphinx, Lendir Pembuangan Air keluar dari
     cekungan Mediterania & membuatnya birulangit lagi,
Membubuhkan belau kembali ke langit di atas
     Rhine, memutihkan Awan-Awan kecil agar salju kembali
     putih sebagai salju,
Membersihkan Hudson Thames & Neckar, Mengeringkan
     Drainase Kota dari Danau Erie
Kemudian aku melemparkan Asia besar dalam satu Muatan raksasa &
     membasuh darah & Agen Oranye,
Membuang seluruh kekacauan Rusia dan China di
     pemeras air, meremasnya dari cepu Abu-abunya
     kantor polisi AS bagian Amerika Tengah,
& memasukkan planet dalam pengering & membiarkan ia duduk 20
    menit atau semasa Abadi sampai ia keluar dengan bersih.

Homework (Poetry Foundation from Collected Poems 1947-1980)
Allen Ginsberg (1926-1997)