Saturday, May 16, 2026

Garam

Jika engkau ingin mempelajari esensinya, tujuannya,
kegunaannya di dunia,
engkau harus melihatnya secara keseluruhan. Garam
bukanlah individu-individu yang membuatnya
melainkan suku yang bersolidaritas. Tanpa itu
setiap partikel akan menjadi satu fragmen ketiadaan,
mengurai dalam beberapa lubang hitam tak terpikirkan.

Permukaan garam berasal dari laut. Busanya
yang membatu.
Lautnya dipanggang matahari.

Dan sebab itu akhirnya usang,
kehilangan kekuatan airnya yang besar,
ia mati di pantai untuk menjadi batu di pasir.

Garam adalah gurun yang pernah jadi laut.
Air dan daratan
berdamai,
tak ada sesiapa bermasalah.

Itulah mengapa dunia merasakan apa yang membuatnya hidup.

La Sal (Desde Entonces-1979. Translated to Bahasa Indonesia from English translation by Katherine M Hedeen with the title 'Salt'. Published on LA Review Books November 14th 2014)
Jose Emilio Pacecho (1939-2014)

Friday, May 15, 2026

Sebuah Teori Tentang Asal-Usul Bahasa

Semalam, setelah berbulan-bulan jauh dari rumah,
seekor burung turek mematuk gelap yang diam tetap
dengan peringatan-peringatannya. Bahasa, barangkali,
mulai seperti ini. Api unggun. Satu orang
untuk berjaga-jaga, yang akan membutuhkan
sesuatu untuk membunyikan bahaya. Sebuah kata seperti  Harimau!
Serangan Udara!  Lari!  Dan ketika kata-kata masuk
mereka tak terbendung, menyeret debu masuk ke koridor-koridor
otak kita, mendirikan tenda-tenda untuk melihat matahari terbenam di atas
rawa-rawa yang mulai kelabu. Kita dulu sudah belajar membuat celurit dan beliung, alat-alat untuk mengukir daging sisa bison dan mammoth-mammoth.
Bahasa dan kekerasan berproses bersama. Hanya kelak,
di taman berbunga, bersenjatakan kacamata lorgnette,
kita bisa mengatakan hal-hal seperti Pergi dan berikan pantat seteguk
anggur untuk membasuh buah ara. Atau Akankah menghabiskan waktu untuk bersolek setelah bersetubuh. Ketika kita berbaring, engkau dan Aku, punggung kita
menyandari goresan tanah di negara terbuka yang bergantung pada hujan ini,
seluruh horor pecahan peluru terbakar tahun ini tak bisa dinamai
dan tak bisa lewat dari tanah jiwa yang gembur
ke dahan, ke tenggorokan. Kita pergi. Mengangkat kaki kita ke langit
seakan mereka bisa menahan surga. Makna
surut. Di Armenia, salah satu cara mengatakan aku mencintaimu adalah
aku ingin memakan livermu. Dalam bahasa Arab, aku ingin kau menguburku,
aku ingin engkau berjalan di bulumataku. Rasakan turunnya laut es tebal runtuh di sekujur tubuh kita. Para leluhur
burung turek–mereka punya bulu-bulu untuk satu juta tahun
sebelum menggunakannya untuk terbang. Lidah kita.
Raja-raja dalam buaian mulut kita.
Kini menjeritlah. Kini menyanyilah.

A Theory on the Origin of Language (The New Yorker–April 27 2026)
Tishani Doshi (1975– )



Wednesday, May 13, 2026

Para Pengemis

Engkau tak tahu
apa yang ada di tumpukan. Seorang pengunjung
mendapatinya sebagai tempat pengemis. Mereka menjual
rongga kosong tangan mereka.

Mereka menunjukkan para pelancong
mulut mereka yang penuh kotoran,
dan membiarkan mereka (ia mampu melakukannya) mengintip
kudis yang menggerogoti mereka.

Dalam penglihatan mereka yang dipelintir
wajah asingnya miring;
mereka senang dengan pencapaian mereka
dan ketika dia bicara mereka muntah.

The Beggars (Poetry Foundation-translated from Germans to English by Michael Hofmann)
Rainer Maria Rilke (1875-1926)

Sunday, May 10, 2026

Bedanya Penyair Buruk dan Penyair Bagus adalah Keberuntungan

Kurasa.
Aku tinggal di sebuah loteng di Philadelphia
Di sana sangat panas pada musim panas dan sebab itu aku bertahan di
bar-bar. Aku sama sekali tak punya uang dan karenanya dengan apa yang nyaris tersisa aku memasang sebuah iklan kecil di koran dan bilang aku adalah seorang penulis yang mencari pekerjaan…
yang jelas saja adalah kebohongan; aku adalah seorang penulis
mencari sedikit waktu dan sedikit makanan dan sedikit
sewa loteng.
beberapa hari kemudian ketika aku akhirnya pulang
dari suatu tempat
ibu kos bilang, ada seseorang mencarimu.
dan aku bilang,
pasti ada yang salah. dia bilang,
tidak, dia seorang penulis dan dia bilang dia ingin engkau membantunya menulis
sebuah buku sejarah.
oh, baiklah, kataku, dan aku tahu dengan itu aku dapat sewa
satu pekan lagi–maksudku, bayar nanti–
jadi aku duduk minum anggur yang masih utang dan melihat merpati sedang birahi menderita dan bersanggama di atas atapku yang panas.
Kunyalakan radio dengan benar-benar keras
menenggak anggur dan bertanya-tanya bagaimana aku bisa membuat buku sejarah yang menarik tetapi benar.
tetapi bajingan itu tak pernah datang lagi,
dan aku akhirnya harus mendaftar geng jalur rel kereta
menuju Barat
dan mereka memberi kami kaleng-kaleng makanan tetapi tak ada
pembuka
dan kami membuka kaleng dengan bangku dan sisi-sisi
gerbong rel berumur seratus tahun berkarat
makanannya tidak dimasak dan airnya terasa seperti
benang lilin
dan aku melompat menuju serumpun belukar di suatu tempat di
Texas
semuanya hijau dengan rumah-rumah bagus dari
kejauhan
aku menemukan sebuah taman
tidur sepanjang malam
dan mereka menemukanku dan memasukkanku di sebuah sel
dan mereka menanyaiku tentang pembunuhan dan
perampokan.
mereka ingin mendapatkan banyak buku-buku
untuk membuktikan efisiensi mereka
tetapi aku tak selelah itu
dan mereka mengantarku ke kota besar sebelah
limapuluh-tujuh mil jauhnya
yang berbadan besar menyepak pantatku
dan mereka pergi.
tetapi aku beruntung karenanya:
dua pekan kemudian aku duduk di kantor balai kota
setengah tertidur di bawah matahari seperti lalat besar di sikutku
dan sesekali dia membawaku ke pertemuan dewan
dan aku mendengar dengan sangat serius seakan-akan aku tahu apa yang terjadi
seakan aku tahu bagaimana dana setengah pantat kota
dilucuti.
kemudian aku tidur dan bangun dengan tanda-tanda gigi di sekujur
tubuhku, dan aku bilang, Kristus, lihat itu, sayang! engkau mungkin memberiku kanker! dan aku menulis ulang sejarah Perang Krimea!
dan mereka semua datang ke rumahnya–
semua koboi, semua koboi:
gemuk, kusam dan diliputi debu.
dan kami berjabat tangan.
aku punya sepasang jins biru tua, dan mereka bilang
oh, kau seorang penulis, ya?
dan aku bilang: well, beberapa bilang begitu.
dan beberapa bilang begitu…
yang lain, tentu saja, belum sepenuhnya sadar.
dua pekan kemudian mereka
mengusirku keluar
dari kota.

the difference between a bad poet and a good one is luck (Burning in Water, Drowning in Flame: Selected Poems 1955-1973)
Charles Bukowski (1920-1994)

Thursday, May 7, 2026

Lagu Tentang Diriku Sendiri (Versi 1892)

Bagian 2

Rumah-rumah dan ruangan-ruangan penuh dengan parfum, laci-laci sesak
      dengan parfum
Kunafaskan wewangian dan mengenalnya dan menyukainya
Penyulingannya juga bakal memabukkanku, tapi aku tak akan membiarkannya.

Atmosfer bukanlah sebuah parfum, ia tak punya rasa disuling, ia
       tanpa aroma,
Ia selamanya untuk mulut, aku jatuh cinta padanya,
Aku akan pergi ke tepi sungai di samping hutan dan tanpa penyamaran dan telanjang,
Aku tergila-gila untuk bisa berhubungan dengannya.

Uap nafasku sendiri,
Gema, riak, pembisik dengung, akar-cinta, benang-sutra, selangkangan dan anggur,
Pernafasan dan inspirasiku, degup jantungku, aliran
        darah dan udara melintasi paru-paruku,
Hirupan dedaunan hijau dan dedaunan kering, dan pesisir dan bebatuan laut
        berwarna gelap, dan jerami di lumbung,
Bunyi kata-kata sendawa suaraku melonggar pada pusaran
         angin,
Beberapa ciuman ringan, beberapa pelukan, merangkul tangan,
Permainan sinar dan teduh pada pepohonan seperti kibasan dahan yang luwes,
Rasa semangat yang sendirian atau dalam keterburu-buruan jalanan, atau sepanjang ladang-ladang dan sisi-sisi bukit,
Perasaan sehat, getar siang yang penuh, lagu tentang diriku bangkit dari ranjang
          dan menemui matahari.

Pernahkah engkau menghitung berapa seribu hektar? pernahkah engkau mengukur berapa luas bumi?
Pernahkah engkau berlatih lama untuk belajar membaca?
Pernahkah engkau merasa bangga karena mengetahui arti puisi-puisi?

Tinggallah siang dan malam ini bersamaku dan engkau akan memiliki asal-usul
            seluruh puisi,
Engkau akan memiliki kebaikan bumi dan matahari, (ada jutaan matahari
            yang tersisa,)
Engkau tidak akan lagi mendapatkan hal-hal dari tangan kedua atau ketiga, tidak
            pula melihat melalui mata orang mati, tidak pula dikenyangkan oleh
            hantu-hantu dalam buku,
Engkau juga tidak akan melihat melalui mataku, juga tak mengambil hal-hal dariku,
Engkau akan mendengar ke segala sisi dan menyaringnya dari dirimu sendiri.

Song of Myself (1892 Version-Poetry Foundation)
Walt Whitman (1819-1892)