Di taman-taman Adonis, Lydia, aku suka
Sebagian besar dari seluruh mawar-mawar yang
diburu
Tepat pada hari mereka lahir,
Tepat pada hari itu, juga harus mati.
Abadi, bagi mereka, cahaya hari:
Mereka lahir ketika matahari sudah tinggi
Dan mati di depan arus Apollo
Saturday, July 5, 2025
Ode
Friday, July 4, 2025
tak cukup idiom tentang bintang-bintang
kukira salah satu yang bagus bisa seperti ini:
langit cukup kecil tanpa kita
mengganggunya demi bintang-bintang. atau, terkait itu:
satu bintang yang bagus sulit untuk ditemukan. atau entah bagaimana
di bawah kulit sebiji jeruk engkau akan mendesiri langit. atau: betelgeuse
adalah sebuah jalan neraka untuk menghabiskan malam. atau
sebuah gugus bintang yang lebih baik ketimbang satu tidur buruk lagi.
engkau tidak bisa bermimpi dengan mulutmu
terbuka dan menangkap cahaya bintang yang tepat.
jika engkau merentang di atas ranjang engkau akan menemukan cahayanya
tetap melintasi tanganmu seperti losion.
jika aku melebih-lebihkan, dan meminta perhatian tidak untuk apa-apa,
itu karena aku terlambat, aku telah menjadi
sebuah bintang keras yang keluar fokus. untuk membuat bencana, untuk berada
di antara para bintang, adalah untuk mengutuk seorang musuh dengan tinta tergelap.
bayangkan galaksi sebagai dongeng susu yang tumpah. gambar
menginginkan air jeruk. aku menduga beberapa hal-hal ini
adalah lebih ke idiom-idiom ruang angkasa. memalukan bahwa kapanpun dalam setahun,
apapun yang engkau rasakan, langit malam
tetaplah sama. atau apa yang kumaksudkan adalah aku tidak pernah benar-benar tahu soal musim, tetapi ya, aku memimpikan dia.
Keith S Wilson
Saturday, June 28, 2025
Setiap Pagi
Kubuka lipatannya dan menelitinya dengan cahaya matahari
Cara mortir-mortir merah, dalam foto-foto,
melengkung menuju pemukiman-pemukiman
seperti bintang-bintang, cara kematian
menyisir semua hal ke dalam puing abu-abu sebelum
kamera bergerak. Bagian
mana pada kegelapan jiwaku
bergetar: engkau tak ingin tahu lebih banyak lagi
soal ini. Dan kemudian: engkau tak tahu apapun
kecuali kau melakukannya. Bagaimana orang-orang tidur
bangun dan berlari ke gudang bawah tanah,
bagaimana anak-anak menjerit, lidah-lidah mereka
berusaha untuk berenang menjauh–
bagaimana sang pagi muncul
seperti sekuntum mawar putih yang pelan
ketika jumlah memanjati ambang batas yang menggelembung.
bergerak di antara mobil-mobil yang dihantam, jalan-jalan
di mana ambulans-ambulans berdentang tak akan
berhenti sepanjang hari, kematian seperti sebuah kebiasaan–
bagaimana terkadang kamera jeda ketika satu keluarga
menghitung, dan semua dari mereka hidup,
mulut kering mereka adalah gua tanpa kata-kata
dalam bulan-bulan belepotan di wajah-wajah mereka,
sebuah kegilaan yang sejauh ini kita tidak punya nama untuknya–
semua ini aku baca di koran,
dalam cahaya matahari,
aku membaca dengan mataku yang dingin, tajam.
Mary Oliver (1935-2019)
Thursday, June 26, 2025
Soneta Warga Amerika Karolina Selatan untuk Hari Kemerdekaan
Rasa nyaman bau babi asap di pagi hari sebagian besar membakar lemak dan garam, tetapi rasanya manis sebagai bagian babi yang menyimpan jiwa. “Jika engkau tak memberkatinya, ia mungkin membuatmu tersedak,” demikian sepertinya yang hendak dikatakan Ma di depan piring. Definisiku tentang keluarga termasuk di dalamnya rasa tahu kerabat dan berpikir bahwa mereka semua tahu tentangmu, tetapi hanya membicarakan hal-hal ini dengan anggota keluarga ketika engkau tak ada di ruangan. Terakhir kali aku pulang, sepupuku menawariku daging cincang, sisa tumbukan babi sebelum perang, mendidih, utuh-liver dan paru-paru, otak ke moncong dan tengkorak-tertutup saus panas & dihidangkan di atas setumpuk nasi instan. Aku bilang, “Wah tidak,” tetapi kubiarkan sedikit menyentuh lidahku demi sopan-santun, sebelum bilang “Wah tidak” dua kali.
South Carolinian American Sonnet for Independence Day (The New Yorker-June 23th 2025.Terence Hayes (1971- )
Wednesday, June 25, 2025
Perdamaian Alam Bebas
Bukan perdamaian gencatan senjata,
bahkan bukan penglihatan serigala dan domba
tetapi lebih kepada
sebagaimana di dalam hati ketika selesai gembira
dan engkau hanya bisa bicara tentang satu kelelahan besar.
Aku tahu bahwa aku tahu caranya membunuh,
yang membuatku menjadi seorang dewasa.
Dan anak lelakiku bermain dengan senapan mainan yang tahu
cara untuk membuka dan menutup matanya dan mengucapkan Mama.
Sebuah perdamaian
tanpa keributan besar memukulkan pedang-pedang ke mata bajak,
tanpa kata-kata, tanpa
gedebuk stempel karet yang berat: biarkanlah terjadi
ringan, mengapung, seperti busa putih yang malas–
siapa bicara soal menyembuhkan?
(Dan lolongan yatim piatu diteruskan dari satu generasi
ke generasi berikutnya: seperti dalam pacuan estafet:
tongkat tak pernah jatuh.)
Biarkan ia datang
seperti bunga-bunga liar,
secara tiba-tiba, karena ladang
harus memilikinya: perdamaian alam bebas.
Wild
Peace (1971–diterjemahkan dari Ibrani dengan judul Shalom Bar ke Inggris oleh Channa
Bloch & Stephen Mitchell terbitan 1996).
Yehuda Amichai (1924–2000)
Friday, June 20, 2025
Kisah tentang Pertandingan antara Orang Yunani dan Orang China dalam Seni Lukis dan Potret
Suatu kali orang-orang China berkata, ‘di seni kami adalah
yang terbaik!’
Orang-orang Yunani berkata, ‘Dengan
bakat lebih besar kami diberkati!’
Sang Sultan berkata, ‘Aku akan menyiapkan sebuah ujian bagimu
Untuk melihat mana dari klaimmu
yang sungguh benar.’
Mereka bersiap melukis sisi dalam sebuah ruang,
Dalam pengetahuan orang Yunani
memang jauh lebih superior.
‘Ayo, tunjukkan kami sebuah ruang,’ kata orang China,
‘Dan berikan orang Yunani satu
ruang yang mirip, kami mohon.’
Mereka mendapatkan ruangan bersebelahan yang berbentuk
sepasang,
Setengah untuk masing-masing
kelompok, maka demikian sangat adil;
Kemudian orang China meminta banyak cat,
Sang raja memberikannya, murah
hati seperti seorang orang suci:
Setiap subuh orang-orang dari gudangnya akan membawakan
Lebih banyak cat untuk mereka
sebagai hadiah dari raja yang murah hati ini,
Orang Yunani berkata, ‘lukisan penuh warna tidak akan membuktikan
Keberhasilan–warna adalah apa
yang harus kita singkirkan!’
Mereka menutup ruang mereka, memoles setiap dinding
Bersih seperti surga-surga di
atas kita semua;
Warna pada ketiadaanwarna bisa mengubah sangat cepat,
Warna adalah seberkas awan,
ketiadawarnaan bulan;
Jika dalam kabut beberapa pancaran harus muncul,
Itu berasal dari matahari dan
bulan yang disinarinya.
Ketika orang China merasa karya mereka sudah selesai
Mereka menabuh genderang mereka
untuk merayakan pencapaian itu,
Sang raja datang dan melihat lukisan-lukisan itu di sana
Yang memesonakannya, karena
keindahannya sangat langka;
Kemudian dia pergi ke orang-orang Yunani, yang dengan cepat mengangkat
Layar di depan dan membuatnya
semakin kagum:
Gambar di karya itu sangat bagus
Membias
di dinding yang membuat mereka bersinar–
Apapun yang ia lihat di sana menyinari setiap dinding
Dari rongga mulai mata mereka berjatuhan!
Orang Yunani jelas membela para Sufi:
Tanpa teknik-teknik dari
buku-buku teori,
Mereka telah membersihkan dada mereka dengan baik yang membuat mereka bersinar
terang
Jauh dari semua kekikiran,
hasrat, dan kedengkian.
Hati adalah sebuah cermin dengan semacam kemurnian
Ia bisa membiaskan
bentuk-bentuk dari keabadian:
Semacam gambar yang murni, tak terikat, tak seperti karya seni,
Bersinar melalui tangan
Musa dari hatinya;
Bahkan surga pun tak mampu menampung bentuk-bentuk ini
Bukan takhta, bukan
lautan, bukan pula dataran terbuka,
Karena mereka semua diberi angka dan dibatasi,
Sementara para hati adalah satu
dan mereka tak terbatas–
Otak jatuh dengan hening di sini atau tersesat:
Hati bersama Tuhan, atau adalah
Tuhan dalam beberapa hal.
Tak ada bentuk yang membias bersinar selamanya
Tetapi melalui hati, rumah
ketakterbatasan,
Dengan setiap gambar yang bisa mencapai tempat ini
Muncul tanpa tabir di
seberang wajahnya.
Para pemoles melemparkan semua warna, maka mereka bisa
Dengan setiap nafas
melihat apa yang indah dan bagus:
Melampaui sekam pengetahuan yang bisa mereka lihat,
Mereka mengangkat bendera
kebenaran yang pasti,
Semua pikiran telah meninggalkan mereka, karena mereka telah melihat cahaya
Kedalaman laut dan
dada-dada mereka masih terlihat.
Tersebab kematian seluruh orang-orang lainnya berlari ketakutan,
Mengolok-olok dan menertawakannya orang-orang
ini berani
Untuk menaklukkan hati mereka tak ada harapan di neraka–
Permata tak disakiti,
hanya cangkangnya belaka;
Melampaui tata bahasa, hukum, teologi,
Mereka telah memilih
peniadaan diri, kemiskinan,
Ketika gambar-gambar dari surga menyinari bumi
Hati mereka
menerimanya, dan mereka tahu mereka berharga;
Tempat mereka lebih mulia ketimbang Takhta Tuhan,
Kursi Kepastian Tuhan telah mereka ciptakan
sendiri.
The Story
About The Competition Between The Greeks and The Chinese in The Art of Painting
and Potraiture (The Masnavi–translated from Persian to English by Jawid
Mojaddedi 2004)
Jalaluddin Rumi (1207-1273)
Wednesday, June 18, 2025
Penghentian Terbaik
Apakah aku dulunya adalah seorang nabi atau sekretaris,
bahwa pada akhirnya pengalaman yang belum pernah kualami mungkin bisa
diterapkan pada masalah-masalah akhir.
Sebagai lawan terhadap pertapaanku yang kurang penuh, yang tak pernah
pengetahuanku harus menginspirasi sebuah algoritma tunggal, alami atau
sebaliknya. Masih, aku tak mendengar akhir
dalam kepalaku. Apakah aku dulunya adalah sebuah balada
yang terlibat dalam sebuah teori pengurangan
yang dikembalikan, di dalam surga, seperti waktu, akhirnya tetap
hilang seperti cincin tungsten yang
pernah kita pakai untuk mematahkan
kemajuan-kemajuan yang tak diinginkan. Tiga puluh tujuh persen waktu, aku tak
mengajukan lamaran.
Meskipun surat-surat tetap bergulir masuk, berterimakasih padaku karena
membagikan karyaku yang menjanjikan.
Karyaku ditatap selamanya di elevator yang
tak bisa kunaiki–
karena, untuk semua angka yang menarasikan ketergantungan
penyeimbang-penyeimbang dan kabel-kabel sublim,
yang untuk berabad-abad secara lembut menyampaikan usaha
terbaik kita ke kantor-kantor pojok, aku tak pernah bisa merencanakan
kurva yang kupercayai…tak pula menelusuri janji parabolis pada apa yang bisa
bertahan, berdiri
seperti sebuah gnomon dalam matahari yang hina, menghitung cara-cara, menodai
tangga-tangga tak licin
dengan bayangan-bayangan berbentuk kaki, tak mampu dihentikan.
Optimal
Stopping (The Nation , June 10th 2025)
Devon Walker-Figueroa