Monday, February 23, 2026

Tawaran Ramping

Semua mengalami kemenyusutannya.
                                                   Semuanya menyusut.

Keeleganan lama hatiku menjadi sekecil
sebuah petimati diukir untuk seekor kumbang tai yang hidup

Tiga ribu tahun lalu dan mati karena matahari
dan pisaubedah, supranatural, tetapi musikal.

Setengah hidup yang lalu, ketika ada badai salju,
Kami akan mencuri susu dari yang muda chimera.

Semacam pilihan kecil tak alami seperti kami.

Cinta diriku–mustahil seperti sebuah kapal yang dibuat dari anggrek
Numidia yang tetap engkau tutup dalam botol

                                                     Meledak dalam bentuk
                                                     kebaikan-kebaikan tertentu.

Hal-hal berkarat. Tak ada bukti burung-burung; tak ada bukti terbang.
Aku bahagia aku tidak akan ada di sini ketika bumi sedang hangat.

Slender Offering (The New Yorker, February 23th 2026)
Lucie Brock-Broido (1956-2018)

Saturday, February 14, 2026

Rutinitas

     Untuk Micah

Udara pagi menahan
gemuruh para tukang bersih-bersih
Gagak-gagak berjalan angkuh melewati bayang-bayang
mengumpulkan serpihan yang tumpah
Jangan Menoleh ke Belakang!
ketika aku ditarik ke pamflet-pamflet
aneh Yesus di perpustakaan
gratis dan engkau menghitung
berat dunia dalam pikiranmu
Langit punya segumpal kabut tetapi lebih biru
ketimbang abu-abu. Aku memindai kembalinya bahasa
Kristus untuk kemiripan dan berusaha
menangkap sekilas dirimu di atas
bukit. Bertemu dengan silauan kaca depan
ketika matahari naik sedikit lagi. Aku melambai
pada cahaya untuk jaga-jaga

Routines (Poetry Foundation January 2026)
Sunnylyn Thibodeaux (1975- )

 

Wednesday, February 4, 2026

100 Kuda

Semua orang
Semua orang harus senyum
Di masa-masa perang

Jenderal Smith bilang padaku
Aku tak akan pernah tersenyum lagi
Dia bilang aku tak akan pernah tersenyum lagi
Tetapi tak perlu cemas
Karena semua orang, berhenti tersenyum
Ketika mereka mendapatkan apa yang mereka mohonkan

Semua orang
Di masa-masa perang
Harus turun ke sirkus

Jenderal Adams bilang padaku
“Nak, engkau terlahir takut mati”
Maka ia berkata, “Suatu hari engkau akan mati ketakutan
Tetapi tak perlu cemas
Karena semua orang pasti mati ketakutan atau mati gugup”

Semua orang
Semua orang harus pergi joged
Di sana di lantai joged

Ada seratus kuda berjoged
Mungkin 124
Semua kuda pasti berjoged
Hanya ada satu-satunya musik joged di masa-masa perang

Seratus kuda
Berjoged bersamaku dengan bebas
Tetapi kami sudah berjoged terlalu lama
Kami sudah berjoged terlalu lama
Dan kini aku harus berubah sepenuhnya

Semua orang

100 Horses (Getting Killed-2025)
Geese (Gus Green/Cameron Winter/Max Bassin/Dominic Digesu)

Tuesday, February 3, 2026

Bercabang Matahari Terbenam

Tenggat waktu lauthijau tergelincir meluncur dari
bantal kertas-kertas dan buku-bukuku yang tak dibaca.
Kapankah kita menemukan diri kita, dan di mana?
JANGAN PINDAHKAN KARTU INI
Ia harus memuji dari buku-buku yang kucuri
pada hari-hari berdarah Saigon dan Negara Bagian Jackson.

Kami bekerja untuk memisahkan kengerian dari kengerian.  
Dalam hidup, tentang hidup, kegembiraan dari kegembiraan yang berbahaya.
BAYAR SEPULUH SEN KALAU HILANG
Buku-buku menandai kita untuk kebaikan tetapi tak selalu membantu.
Fakta-fakta, momen-momen, dambaan-dambaan, dan kehilangan
menyerbu hari-hari kita. Gelincir tak bertuju menutupi

film-film yang memainkan Selancar yang sudahlamapergi,
jauh dari Jalan Raya, jauh ke luar ke Matahariterbenam
ketimbang dari perpustakaanku. Di baris kedelapan, di sampingku,
Mifune merajuk dan bersungut. Di luar, kabut
menyelempangi lampu-lampu jalan dan kemah besar Selancar.
Tetapi itu buku apa? Apa urusannya denganku?

Aku pasti sudah mematahkan tulang punggungnya di sana,
menggarisbawahi apa yang tampak penting ketika itu.
Buku-buku menggantikan pengakuan dosa masa kanak-kanak,
teater-teater dosa berbisik kita, yang tertutup.
Nostalgia bikin sakit tetapi menunjukkan kita.
Kita ingin sakit, dilepaskan dari

momennya, satu-satunya rumah kita sesungguhnya. Aku mencuri
untuk membuat buku-buku tetap dekat, seperti puisi-puisinya Hardy,
Di sana mereka mengukir nama-nama rintik hujan yang mencangkul.
Bersemangatlah. Hati-hati dengan pengunjung-pengunjung tak diinginkan.
Kemiripan membuat yang bodoh disandera. Tetaplah dekat
dengan apa yang membuat mistis dan benar.

Aku masih berhasrat mencuri rahasia-rahasia
dan aku adalah sandera untuk apa yang mungkin tak pernah.
Lamunan dan arwah gentayangan. Sebuah kenangan,
kenangan ini, membakar momen, waktu milikku
ini bukan milikku tetapi adalah aku.
Kegembiraan tenggat waktu yang sudah lama lewat.

The Sunset Branch (The New Yorker, February 2th 2026)
W.S Di Piero (1945 - )